#Since 1994

Pengembangan Resort (Sebuah Tinjauan Umum)

Nov 9 '15

Pengembangan Resort (Sebuah Tinjauan Umum)

OUTLINE

PREFACE

  • Why choosing the outdoor recreation?

FOUNDATIONS OF OUTDOOR RECREATION PLANNING

  • A definition of recreation
  • Recreation as a Total Experience
  • Recreation – a personal commitment
  • Toward a leisure – oriented society
  • Recreation as a service
  • The future

THE PLANNING FRAMEWORK

  • The planning process
  • Characteristics of the outdoor recreation planner
  • Planning philosophy
  • Multiple use as a planning tool

THE PLANNING MODEL

  • Development of a basic planning model
  • Steps in the planning process
  • Toward a recreation planning model

CONCEPTS IN RECREATION PLANNING

  • Management planning concepts
  • Social planning concepts
  • Resources planning concepts

DEMAND FOR OUTDOOR RECREATION

  • Principles of demand
  • Methods of Demand Projection
  • Problems of Demand Projection
  • Demand for specific Sites and Facilities
  • Present participation in Outdoor recreation
  • Measurement of Participation Rates

SUPPLY OF OUTDOOR RECREATION OPPORTUNITIES

  • Population and Supply
  • Land ownership – The Resource Base
  • Supply Based on Clawson’s Classification System
  • Special Programs
  • Increasing Effective Supply

COST – BENEFIT ANALYSIS :  AN APPROACH TO INVESTMENT EVALUATION IN RECREATION

  • Cost – Benefit Concept
  • Applicability to investments in Recreation Resources

SITE PLANNING

  • Site planning process
  • Site selection (Resource Suitability)
  • Site selection (Feasibility Studies)
  • Site plan

RECREATION IN LAND – USE PLANNING

  • The Problem
  • Land – use Planning
  • Land – use Controls

Kata Resort sering kali muncul bertalian dengan semakin tumbuhnya kebutuhan pasar akan sarana akomodasi dengan penekanan pada fungsi rekreasinya, bukan pada fungsi kantor keduanya. Oleh karena itu, pola pengembangan suatu resort sebaiknya lebih dititikberatkan kepada penyempurnaan sarana rekreasi yang dapat menampilkan suatu nuansa penyegar bagi konsumen. Dengan demikian, diharapkan konsumen akan mendapatkan apa yang diharapkannya saat mereka memutuskan untuk mempergunakan sarana resort itu, yaitu penyegaran kembali dirinya baik secara fisik maupun psikis.

Namun demikian, bukanlah merupakan suatu hal yang ditabukan bagi sebuah resort untuk juga menyediakan sarana bisnis seperti fasilitas meeting & convention mengingat pangsa pasar yang datang dari sektor ini kian hari kian bertambah. Begitu pula pesatnya kegiatan usaha di suatu kawasan yang dapat juga diartikan sebagai peningkatan kebutuhan akan sarana resort yang memiliki fasilitas meeting & convention. Hal ini sebagai akibat dari meningkatnya kebutuhan dunia usaha akan sarana akomodasi bagi program incentive yang mereka selenggarakan.

Ada baiknya jika kita melihat hal ikhwal pengembangan resort ini dari kaca mata produk resort itu sendiri di dalam dunia pariwisata.

Sebagaimana kita ketahui bersama, usaha pariwisata (beserta semua turunannya) adalah merupakan suatu industri massa. Ini menjadikan dunia ini suatu industri yang sangat kompleks, mengingat karakteristik massa itu sendiri adalah hal yang juga sangat kompleks. Namun kita dapat melihatnya secara lebih terfokus jika kita lihat industri ini dari sifat dasar produknya sendiri, yaitu adanya komponen-komponen sebagai berikut:

  • People/ manusia
  • Place/ tempat
  • Product/ produk
  • Performance/ penampilan
  • Price/ harga
  • Package/ paket (kemasan)
  • Promotion/ promosi

Kepada hal-hal tersebut, kita perlu memberikan “sentuhan” yang direncanakan dengan saksama untuk suatu tujuan : mendapatkan keuntungan yang maksimal pada tingkat kepuasan pelanggan yang optimal.

Namun dengan me”moles” hal-hal tersebut belumlah berarti bahwa apa yang kita kerjakan sudah usai. Itu hanyalah sebagian dari seluruh “pekerjaan rumah” yang harus kita selesaikan. Karena apa? Karena untuk menjamin keberhasilan pengembangan keseluruhan komponen tersebut kita harus selalu ingat akan satu hal: bagaimana kita bekerja untuk mewujudkannya.

Kami ingin mengutip pepatah ini : “Di balik seorang pria yang hebat, pastilah ada seorang wanita tangguh yang menyertainya”. Maksudnya ialah bahwa di balik suatu usaha yang berhasil, pastilah ada sebuah tim manajemen yang handal dan tangguh yang menjalankan fungsinya dengan baik.

Kini Anda dapat melihat apa yang kami maksudkan: bahwa untuk memulai suatu langkah untuk mengembangkan diri, langkah pertamanya adalah mempersiapkan manusia-manusia dan alat manajemen yang akan menjalankannya.

 (R Yugian Leonardy)

Leave a comment

Your email address will not be shared or published. Required fields are marked *

Event, News, and Knowledge

Top